Panas terik matahari ? lelah saat kerja ? paling maknyesss kalo kita isi tenggorokan dengan yang segar dong pastinya 😋

Nah bagi kalian yang sedang berada di kota Makassar, tentunya ada menu wajib bagi kalian yang ingin merasakan kesegaran alami khas Makassar yaitu Es Palu Butung.


Es Palu Butung ini berisikan potongan pisang yang sudah di kukus lalu tenggelam bersama lautan gula dan santan. Lalu diatasnya diberi es yang sudah diserut kemudian ditambah taburan susu kental manis sehingga menambah kenikmatan dalam kesegaran yang hakiki ini.

Saya pun yang sudah kehasusan segera mencobanya. "Glekkk..." campuran santan, gula, beserta es dan susu yang sudah menjadi satu tersebut pun segera berjalan melewati tenggorokan saya yang kering. "alamakkkkk.....segar sekali..." itulah kalimat yang ada di benak saya ketika pertama kali saya rasakan. Sementara pisang yang sedari tadi meronta ronta agar terlibat dalam kesegaran yang sudah tersaji ini pun segera saya lahap juga. Dan tidak hanya kesegaran yang saya rasakan tetapi juga rasa kenyang mulai timbul karena pisang yang sudah saya lahap.

Untuk Harganya, per Desember 2018 dibanderol seharga Rp 10.000,- / porsi. Jadi bagi kalian yang penasaran dengan Es Palu Butung ini, kalian bisa mencobanya di "Kios Ati Raja" yang berada di Jalan Gn. Merapi No.170, Makassar.



Salam Gragas ✋

NB : Setiap manusia memiliki indra perasa yang berbeda dan review yang saya sajikan murni hasil dari mulut saya sendiri 👄

Pallubasa, jarang orang mendengar salah satu makanan khas yang ada di kota Makassar ini. Dan tentunya bagi kalian yang sedang berkunjung atau sedang berada di kota Makassar, jangan sampai terlewat deh makanan satu ini, "Pallubasa Serigala".



Apa ???? Serigala ???? eitss....jangan berpikir negatif dulu ya genkz. Pemberian nama serigala ini bukan karena makanan ini terbuat atau berbahan utama dari daging serigala ya. Tapi dikarenakan Pallubasa ini berada di Jalan Serigala XIV, Mamajang Dalam, Mamajang, Makassar. Jadi agar mudah di ingat maka dinamakan lah Pallubasa Serigala.


Setibanya saya di tempat, betapa takjubnya saya karena banyaknya pengunjung yang juga sedang menikmati Pallubasa Serigala ini. Bahkan saya dan teman saya hampir tidak kebagian tempat duduk. beruntung ada segerombolan orang yang telah selesai makan dan tentunya sudah bayar lalu mereka pun segera beranjak pergi. Untuk rumah makannya sendiri cukup sederhana ya genkz. jangan bayangin rumah makan yang mewah dan Ber-AC. tempatnya berada di sebuah ruko dengan meja dan kursi terbuat dari kayu sementara pendingin ruangannya menggunakan kipas angin.


Tak perlu waktu lama, hidangan pallubasa segera mampir di meja kami. untuk pilihan isinya, kita bisa pilih ya, mau daging aja, jeroan aja atau campur (daging dan jeroan). Selain itu, pallubasa ini juga diberi telor setengah matang diatasnya. Tapi bagi kalian yang tidak suka telor boleh kok gak pake telor.

Untuk menambah kenikmatan, juga terdapat kelapa yang sudah diparut dan disangrai. Kalo dijawa mungkin ini seperti koya pada kuah soto ayam. Selain itu juga ada sambal (encer) bagi kalian pecinta pedas dan juga jeruk bagi kalian yang suka kecut dan segar. Juga ada kecap manis bagi kalian yang suka manis seperti saya 😚.


Lalu tibalah saat menyantap Pallubasa. Saya pun mulai mencoba dari kuahnya. "Slurrpppp...."  ohh damn.... sangat menghantam sekali aroma rempah - rempah dari Pallubasa Serigala ini. apalagi bagi kalian yang menambahkan penambah rasa yang saya sebutkan diatas, makin menghantam tentunya. Untuk dagingnya maupun jeroannya sendiri cukup empuk dan tidak terlalu keras. Untuk porsi mangkoknya tidak terlalu besar alias kecil. Sementara untuk pemberat perut menggunakan nasi ya bukan lontong seperti halnya coto.

Nah bagi kalian yang suka nyemil ataupun krupuk, di depan pas pintu masuk Pallubasa Serigala ini ada yang jual kok. Penjual ini terpisah ya dengan Pallubasa jadi bayarnya langsung ke penjual cemilan / krupuk ini.


Nah, bagi kalian yang penasaran, datang langsung dan rasakan sensasi makan Pallubasa Serigala khas Makassar ini. Untuk harganya, per Desember 2018 Pallubasa Serigala ini dibanderol Rp 18.000,-/mangkok untuk telornya sendiri bagi kalian yang pakai telor dibanderol Rp 3.000,-/telor.


Salam Gragas ✋


NB : Setiap manusia memiliki indra perasa yang berbeda dan review yang saya sajikan murni hasil dari mulut saya sendiri 👄

Seharian kota Makassar diguyur hujan yang sangat lebat. Hingga mengingatkanku akan seseorang (halah apaan sih 😓). Jam pun sudah menunjukkan pukul 13.00 yang artinya makan siang sudah tiba bahkan terlewat 😖. Bingung mau cari makan apa saat hujan, tiba - tiba terlintas ide kalo di tengah cuaca yang dingin ini akan asyik kalau memakan makanan yang hangat.

Tanpa pikir panjang saya pun menjatuhkan pilihan pada coto makassar dalam makan siang kali ini. Coto merupakan salah satu makanan khas asli kota Makassar. Dengan menggunakan GPS (Gunakan Penduduk Sekitar), akhirnya meluncurlah saya ke sebuah tempat makan coto "Aroma Coto Gagak". 



Bagi orang ndeso kayak saya ini, pasti berpikir bahwa coto sama dengan soto (di jawa) sehingga saya pun membayangkan akan memakan coto dengan mangkok yang besar 😋. Begitu pesanan coto saya tiba, Eng..Ing...Eng....alangkah kagetnya saya melihat ukuran mangkok coto yang amat sangat minimalis alias kecil bingitss beibhh 😧. Karena hidangan utama udah terdampar di hadapan saya, saya pun segera mencicipi coto tersebut yang masih original (belum ditambah kecap, sambal, jeruk, dkk.).

Slurrppppp......satu "slurupan" kuah coto makassar telah mendarat dengan telak di lidah serta tenggorokan saya.  Seketika pikiranku terefresh, mataku terbelalak. Aroma segar dari rempah coto gagak yang dipadu dengan beberapa irisan daging sapi membuatku melayang nikmat. Apalagi penyajiannya yang masih panas makin menghangatkan tubuh yang sudah dilanda kedinginan dan kelaparan.



Coto ini pun tidak dihidangkan sendirian. Ada bawang goreng, daun bawang, kecap, irisan jeruk, sambal bahkan krupuk untuk menemani coto gagak ini. Sebagai pemberat perut, coto ini tidak dimakan dengan nasi ya genkz melainkan menggunakan ketupat. bagi kalian yang khawatir bagaimana jika kuahnya habis, tenang beibh, kalian diperbolehkan menambah kuahnya kok sampai puas 😇.

Salah satu rahasia kenikmatan Coto Gagak ini ialah kuahnya tidak dimasak diatas kompor tetapi menggunakan tumpukan kayu bakar sehingga bagaimanapun cuacanya, kuah coto gagak tetap dalam keadaan hotzz. Oh ya, untuk isi dari coto gagak ini merupakan irisan daging sapi yang cukup besar dan kalian boleh memilih mau dagingnya saja, jeroannya saja atau campur daging dan jeroan. Kalo saya memilih campur agar tidak penasaran 😉.



Untuk tempatnya sendiri ada 2 macam yaitu ruangan ber-AC dan Non-AC. Untuk non-AC sendiri pun juga ada 2 tempat. Mau makan di dalam ruangan atau diluar ruangan ala - ala kaki lima dengan ditemani hembusan angin seperti film titanic, semilirrrr 😁.





Untuk harganya sendiri, per desember 2018 Coto Gagak Makassar ini dibanderol dengan harga Rp 20.000,- / mangkok (free nambah kuah 😁). sementara untuk ketupatnya dibanderol  dengan harga Rp 1.000,- / biji. hmm...murah beibh 😍.

Dan bagi kalian yang baru dengar nama Coto Gagak pasti menyangka bahwa coto gagak ini berisikan daging burung gagak. Sayapun awalnya juga begitu. ternyata oh ternyata, nama "gagak" diambil karena lokasi aroma coto gagak ini berdekatan atau terletak di Jalan Gagak 😄.



Nah bagi kalian yang akan ataupun sedang di Makassar, boleh dicoba Aroma Coto Gagaknya. Aroma Coto Gagak Makassar ini beralamatkan di Jalan Gagak No.27, Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. lokasinya tepat berada di pertigaan dekat dengan pom bensin pertamina.


Salam Gragas ✋


NB : Setiap manusia memiliki indra perasa yang berbeda dan review yang saya sajikan murni hasil dari mulut saya sendiri 👄

Konro. Siapa sih yang gak tahu dengan nama makanan khas makassar ini ? saya yakin pasti banyak juga yang tidak mengenal makanan khas makassar yang satu ini 😂😂😂. tapi bagi kalian yang doyan makan, pasti tau dong...ya kan ya kan 😁 atau setidaknya pasti pernah dengar lah ya dengan nama makanan yang disebut konro ini (please deh akui aja..please..🙌).


Konro berasal dari tulang iga sapi dan merupakan makanan khas asli Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dan kok ya kebetulan, saya yang merupakan kuli di sebuah perusahaan mendapatkan tugas untuk pergi ke Makassar. Tentunya hal ini tidak saya sia - siakan untuk mencicipi makanan khas yang ada di kota Makassar (tentunya setelah pulang kerja ya 😁).

Berbekal GPS (gunakan penduduk sekitar) tujuan kuliner pertama saya di kota Makassar jatuh pada Konro Karebosi. Konro ini beralamatkan di Jalan Gunung Lompobattang no. 41 - 43, Makassar. Konro Karebosi ini sendiri sudah ada sejak tahun 1968 (gilak tua amat yak 😅).


Untuk menunya sendiri, disini saya memilih menu yang paling favorit yaitu Konro Bakar. tapi bagi kalian yang tidak suka bakar bakaran, disini juga tersedia sop konro juga kok. Dan dalam hitungan menit, konro bakar dengan cepat udah tersaji dihadapan saya 👏.


Guede (Besar). itu lah yang tertanam dibenak saya ketika sang konro bakar ini menggelepar dihadapan saya dengan baluran bumbu kacang. nampak sekali tulangnya yang begitu besar serta balutan dagingnya yang cukup banyak menempel pada tulangnya. tak perlu waktu lama, segera saya menyantap konro bakar ini.

Terasa sekali dagingnya yang empuk dan mudah dikoyak dengan gigi dari tulangnya (gak pake emosi pastinya 😁). Aroma rasa "gosong dan pait" karena dibakar dan juga dari bumbu kacangnya makin membuat rasanya menjadi perfect. Tak ketinggalan juga aroma khas rempah pada konro bakar ini yang makin menambah rasa nikmat 😋.

Dan yang unik dari konro bakar ini, kita juga diberi kuah untuk menemani dalam menyantap konro bakar. bagi kalian yang suka pedas dan juga rasa asam, juga diberikan sambal dan jeruk nipis sebagai penyedap. dan tentunya juga ada nasi sebagai pemberat perut.


untuk tempatnya sendiri cukup standard malah seperti terlihat usang. Jangan dibayangkan seperti rumah makan mewah ya. Tapi bagi saya masih cukup layak kok buat makan bersama keluarga, teman ataupun pacar. Untuk bumbu khas konro bakar karebosi ini sendiri sudah diturunkan secara turun temurun jadi rasa tetap terjaga. Bahkan pada tahun 2012 RM Konro Karebosi ini pernah mendapatkan "Kalla Award" di bidang kewirausahaan. Sementara untuk harganya sendiri per desember 2018 dibanderol sekitar Rp 52.000,-



Jadi bagi kalian yang ke Makassar, tidak ada salahnya untuk mampir sejenak serta mencicipi Konro Karebosi khas Makassar yang satu ini. Dan bagi kalian yang berdomisili di Jakarta, tidak usah bersedih karena Konro Karebosi ini juga membuka cabang di Jakarta loh, tepatnya di Jalan Boulevard Raya Blok T.A.2 No. 38 Kelapa Gading Permai - Jakarta Utara.



Salam Gragas


NB : Setiap manusia memiliki indra perasa yang berbeda dan review yang saya sajikan murni hasil dari mulut saya sendiri 👄


ya..ya..ya... setelah sekian lama saya tidak aktif menulis, akhirnya saya kembali memutuskan untuk melakukan corat coret pada dunia maya. berawal dari sebuah postingan kawan saya di grup kuliah, ia memposting  akun blog saya. dan saya pun seperti tertelan oleh waktu dan mundur beberapa tahun kebelakang.

bila melihat isi artikel saya, maka tepat 10 tahun saya menulis sebuah artikel terakhir saya sebelum akhirnya tertelan oleh kesibukan duniawi. banyak hal yang telah berubah yang telah saya alami selama 10 tahun.

dan tepat hari ini, sesuai judul artikel ini maka saya memutuskan untuk kembali corat coret di dunia maya.



Hmm... Mungkin sebagian besar dari kita pernah atau bahkan selalu saja melakukannya saat sedang makan. Malahan acara berbicara sambil makan atau makan sambil bicara ini pun dengan rutin bisa kita nikmati di layar kaca televisi kita masing-masing (jika kita punya tivi dan pas menontonnya hehe), coba tanya aja sama bapak yang satu ini.....

Makan dan berbicara adalah satu aktivitas yang mirip, sejenis, tapi sungguh sangat berbeda satu sama lainnya. Pada saat makan dan berbicara ini kita sama-sama melakukan kegiatan membuka dan mengatupkan (rongga) mulut dengan irama tertentu. Sementara saat makan, di dalam rongga mulut kita terisi makanan, dan dengan bantuan air liur kita mengunyah dan melumat makanan agar menjadi lunak sehingga nantinya akan mudah dicerna dalam lambung dan usus kita. Dan saat menelan makanan saluran pencernaan akan terbuka sementara saluran pernapasan untuk sementara tertutup. Sementara itu, saat berbicara kita membuka dan mengatupkan rongga mulut dengan tujuan melafalkan sebuah bunyi yang membentuk sebuah kata lalu akan menjadi sebuah kalimat, dan normalnya saluran pencernaan akan tertutup.

Yup, jika kita mendengarkan petuah-petuah dari orang tua jaman dulu, apalagi anda yang mengaku sebagai orang jawa, aktivitas berbicara sambil makan ini adalah sebuah hal yang konon tabu dilakukan... Oleh karena itu, jangan biasakan makan sambil berbicara, karena selain tidak sedap dipandang mata, juga salah-salah bisa menyebabkan sariawan karena tanpa sengaja lidah atau bagian rongga mulut kita tergigit saat kita mengunyah sambil berbicara ini. Atau konyolnya akan ada air liur dan makanan yang melompat saat kita melakukan dua kegiatan secara bersama-sama ini, makan dan ngobrol. Tentu bukan suatu hal yang lucu jika air liur atau makanan yang sedang kita makan meluncur ke muka orang yang kita ajak ngobrol tadi hahahahaha. Bisa jadi aktivitas berbicara ini malah mengganggu sakralnya kegiatan makan dan menyebabkan kita tidak bisa menguyah makanan dengan sempurna karena kita harus berbagi aktivitas dengan mulut yang sedang sibuk melafalkan kata per kata tadi.

Jika aktivitas makan itu dilakukan bersamaan dengan aktivitas bicara atau bahkan tertawa terbahak-bahak dapat menyebabkan makanan masuk ke saluran pernapasan sehingga kita tersedak saat makan. Karena wajarnya sih saat kita menelan makanan, saluran pernapasan ke paru-paru akan tertutup dengan otomatis. Namun jika saat menelan makanan itu diselingi dengan acara ngobrol sana ngobrol sini, maka saluran pernapasan pun tidak akan tertutup secara sempurna, sehingga menyebabkan sebagian makanan kita tersesat dan selonongboy di tenggorokan hehehehe....

Makanya, biar tidak tersedak, lain kali kalau mulut sedang penuh dengan makanan... Jangan bicara dulu!! Tunggu deh sampai mulut sudah kosong dan makanan sudah tertelan masuk ke lambung...Baru deh lanjutkan bicaranya.... Ok???


EEH.. KOK MASIH NGEYEL JUGA.. HAHA..

Siang hari yang terik kemarin saat melewati perempatan Jl. Kertajaya dan Jl. Menur ketika saya hendak meluncur menuju Hi-Tech Mall 'THR' Surabaya, mata saya tiba-tiba melihat sepasang pemuda yang berboncengan mengendarai sepeda motor dan terlihat mereka sedang membawa dua barang bawaan yang cukup besar. Entah sepertinya itu adalah dua buah dandang atau panci besar yang dibawa oleh salah seorang pemuda yang duduk di belakang. Dengan ditopang kedua pahanya dan dipegang erat dengan tangan yang merentang lebar pada panci besar, pemuda itu duduk dibelakang dan terlihat cukup nyaman membawanya.

Pandangan mataku tertuju pada selembar kertas yang menempel pada bagian bawah barang tersebut.


Udah dibilangin kalau jangan dibawa kok malah ngeyel, tetep dibawa... Wkwkwkwkwkwkwk....

Atau.. Ntahlah, kira-kira apa ya maksudnya?